14.56
Mengenaskan! Berniat membantu orang yang tampak kesusahan di tengah jalan, seorang wanita di Australia justru menjadi korban pemerkosaan brutal. Wanita ini hanya ingat dirinya terbangun di tempat asing dalam keadaan telanjang, dengan tubuh berlumuran darah.

Ingatan terakhir wanita yang dipanggil Sally, bukan nama sebenarnya ini, adalah wajahnya ditonjok oleh seorang pria yang dibantunya. Menurut Sally, pria tersebut terlihat memiliki masalah pada mobilnya dan melambai kepada pengendara yang melintas di sekitar Kyle Street, Rutherford, New South Wales. Melihat ada orang kesusahan, tanpa berpikir panjang Sally langsung menghentikan kendaraannya untuk membantu.

Insinden ini terjadi pada 22 Mei lalu. Hingga kini Sally tak bisa melupakan peristiwa itu. Saat itu, dirinya terbangun di dekat sarang semut dengan kondisi yang mengenaskan. Dia pun memutuskan untuk membagi kisahnya ini kepada media setempat, Maitland Mercury, sebagai upaya untuk mengingatkan kaum wanita agar lebih berhati-hati dengan orang asing.

"Saya menepikan mobil saya, kemudian keluar dan berjalan mendekati pria tersebut. Tapi saya kemudian kembali ke mobil untuk mencopot kunci mobil dan dia mendekati saya dan meminta izin meminjam telepon genggam saya. Ketika saya memberikan telepon genggam saya kepadanya... Saya tahu saya dalam masalah," tutur Sally seperti dilansir Sydney Morning Herald.

"Dia meninju saya di bagian wajah dan membuat saya tak sadarkan diri. Hanya itu yang saya ingat sampai saya terbangun di dekat sarang semut dalam keadaan telanjang dan berlumuran darah," imbuhnya.

Akibat insiden ini, Sally harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 20 minggu. Dia menjalani operasi usus besar dan 3 kali operasi kandung kemih. Selain itu, dia juga mengalami patah tulang hidung dan tulang mata, serta sejumlah luka dalam akibat pemerkosaan brutal.

Kini, Sally ingin mengimbau kaum wanita di luar sana agar tidak mengalami insiden seperti dirinya. Menurut Sally, bukanlah sikap yang bijak untuk membahayakan nyawa kita dengan berhenti di tengah jalan dan membantu orang asing.

"Anda berpikir untuk menjadi orang baik dan warga yang baik, jadi Anda berhenti di tengah jalan untuk membantu orang lain, tapi jangan lakukan itu," ucapnya.

"Jangan menjadi warga yang baik -- sebagian besar orang tidak keluar rumah tanpa telepon genggam. Lebih baik Anda menghubungi polisi untuk membantu diri Anda sendiri. Tidak layak untuk membahayakan diri Anda sendiri," tegas Sally.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Pelaku yang diketahui berusia sekitar 30 atau 40 tahun ini berpostur tinggi dan atletis. Pria bertato itu kini masih dalam pengejaran polisi. Sally menduga pelaku telah beberapa kali melakukan perbuatan yang sama, karena tindakan pelaku nampak sangat terencana.

0 komentar:

Posting Komentar