20.46

5 Kisah Tragis Anak SMA Kebablasan Pacaran . Kisah-kisah tragis ini benar-benar menimpa siswi SMA/sederajat di beberapa daerah di Indonesia. Mereka harus menanggung beban hidup yang berat lantaran kebablasan saat pacaran. Mereka hamil duluan ketika masih berstatus pelajar sekolah. 

Tragisnya, ada yang hamil lalu dikeluarkan dari sekolah, ditangkap polisi gara-gara aborsi dan membuang bayi, hingga tewas dibunuh pacar sendiri.

Misalnya peristiwa yang menimpa S (16) dan Pr (16), pelajar SMA di Boyolali, Jawa Tengah. Pr menghamili S, pacarnya. Si S berupaya menyembunyikan kondisi kandungannya terhadap orang lain. Setelah bayi lahir di rumahnya, S membuang bayi ke hutan karena takut.

Pr dan S lalu ditangkap polisi gara-gara kasus itu. Kasus pacaran anak SMA kebablasan sebenarnya banyak. Berikut ini 5 kisah tragis pacaran anak SMA yang kebablasan:



1. Siswi SMK di Tangerang keguguran di WC sekolah

Pertama tentang kisah Silvi (18), siswi salah satu SMK di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat pada 6 Maret 2013. Dia keguguran di WC sekolahnya, Selasa (5/3), saat istirahat jam sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Padahal saat itu Silvia sedang mengikuti ujian semester, karena sudah kelas 12.

Entah karena apa, tiba-tiba dia merasa sakit perut. Karena tidak tahan, dia langsung pergi ke WC di pojok sekolah. Akhirnya, di dalam WC yang kumuh itu, Silvia mengalami keguguran. Bayi laki-laki berusia enam bulan keluar dari rahimnya dengan ukuran sebesar kepal tangan orang dewasa.

Menurut salah seorang guru, bayi itu ditemukan oleh dua orang siswi yang hendak menggunakan WC tersebut. Karena masih ada darahnya, bayi itu sempat dibawa ke klinik sekolah, ujarnya.

Namun, karena masih berusia enam bulan, jiwa bayi itu tidak terselamatkan, lalu meninggal di klinik sekolah. Sementara Silvia langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang, karena kondisinya lemah. Gadis yang dikenal baik itu terancam dikeluarkan dari sekolah.

2. Gara-gara hamil siswi SMK dikeluarkan dari sekolah

Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, dinyatakan positif hamil. Akibatnya dia dikeluarkan dari sekolah. Padahal siswi kelas XI itu diketahui belum pernah menikah.

Siswi yang baru duduk di kelas XI tersebut dinyatakan diberhentikan dari sekolah dan dikembalikan kepada kedua orangtuanya, kata Kepala SMKN 1 Nunukan, La Sali di Nunukan seperti dilansir Antara, Selasa (26/2).

La Sali menegaskan, sebenarnya ada empat siswi yang diperiksa tetapi hanya satu orang yang dinyatakan positif hamil.

Dari empat siswi yang terindikasi hamil sesuai hasil tes kehamilan oleh sekolah akhirnya kami serahkan kepada RSUD Kabupaten Nunukan sebagai lembaga yang berwenang dan ternyata hanya satu yang positif hamil, ujarnya.

3. Dua pelajar SMA di Boyolali indehoy di warnet sampai punya anak

Paling 'gres' adalah kisah yang dialami Pr (16) dan S (16), pelajar kelas XII SMK di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dia ditangkap kepolisian setempat karena membunuh bayinya sendiri. Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Dwi Haryadi mengatakan, karena usia keduanya masih di bawah umur, kasus ditangani Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Boyolali.

Tersangka S berpacaran dengan Pr sejak Januari 2013 dan keduanya mengaku sering melakukan hubungan suami istri di beberapa tempat di antaranya di sebuah warnet di Juwangi, sehingga menyebabkan S hamil, katanya, Rabu (18/9).

Tersangka Pr sempat meminta pacarnya, yakni S untuk menggugurkan kandungannya, tetapi dia menolak, sehingga S berupaya menyembunyikan kondisi kandungannya terhadap orang lain. Selama hamil, S mengelabui keluarganya dengan mengenakan rok yang lebih longgar, sehingga orang tua tersangka tidak curiga. Dia kemudian melahirkan di kamar rumahnya pada Minggu (8/9) sekitar pukul 22.00 WIB.

Tersangka S saat melahirkan anaknya dalam kondisi kamar dikunci rapat. Sementara bayi saat dilahirkan tidak menangis. Dia kemudian membungkus bayinya dengan kain rok, lalu dimasukkan lagi ke tas kain berbentuk ransel.

Esok harinya, S berangkat sekolah dengan membawa tas ransel yang berisi orok anaknya dan dia juga memberitahukan kepada pacarnya bahwa dirinya sudah melahirkan, kemudian S bertemu dengan Pr sekitar pukul 14.00 WIB untuk menyerahkan bayinya. Pr lalu pergi ke kuburan di kawasan hutan petak 16 B RPH Ngaren, BKPH Kedung Cumpleng Juwangi mengubur bayinya itu.

4. Kisah siswi SMK di Tangerang kubur bayinya di belakang rumah

Kisah tragis lainnya dialami S (15), siswi kelas 2 di salah satu SMA kejuruan di Cikupa, Tangerang dan kekasihnya berinisial Sp (19). Keduanya diamankan petugas Polresta Tangerang karena mengubur bayi hasil hubungan gelap mereka karena takut diketahui orangtua mereka.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo Andogo mengatakan, kedua tersangka merupakan warga Kampung Pabuaran, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini sudah menjalani hubungan selama dua tahun. Mereka kerap melakukan hubungan suami istri hingga S pun hamil.

Sp berjanji akan menikahi S jika nanti hamil. Karena itu S mau melakukan hubungan intim. Namun ketika hamil, S tidak memberitahukannya kepada Sp, ujar Bambang kepada wartawan di Tangerang, Senin (18/3).

Ketika kandungan S memasuki usia tujuh bulan, S melahirkan bayi prematur-nya pada pada 8 Maret lalu pukul 16.00 WIB. S melahirkan buah hatinya di rumahnya yang saat itu sedang sepi. Proses kelahiran itu tidak dibantu bidan, sehingga bayi malang itu langsung meninggal.

Setelah itu, S memberitahukan kelahiran bayi itu kepada kekasihnya. Atas saran tersangka Sp, S (15) disuruh mengubur bayinya di belakang rumah pada Sabtu 9 Maret 2013. S lalu mengambil pacul dan menggali lubang di tanah, kemudian bayinya dibungkus plastik putih dan dikubur pukul 13.00 WIB, tambahnya.

5. Hamil duluan, siswi SMA dihabisi pacar sendiri

Muhamad Adriansyah (18) bingung ketika sang pacar, AR (18) yang tengah hamil lima bulan meminta dinikahi. Bukannya bertanggung jawab, pelajar SMK ini justru kalap menghabisi sang kekasih. Hubungan dua sejoli ini pun berakhir tragis. Kisah ini mencuat pada 28 Desember 2012.

Mulanya, pada 22 Desember, Adriansyah mengajak seorang teman Muhammad Yusuf (18) untuk menemui sang pacar. Tanpa menaruh rasa curiga AR nurut saja saat diajak ke daerah Cileungsi. Di sana, pelajar SMK di Cipayung, Jakarta Timur melancarkan aksinya.

Korban dicekik lalu dibuang ke Sungai Leuwilisung, Kampung Cipeucang, Cileungsi Kabupaten Bogor, ujar Kapolres Bogor AKBP Asep Safrudin, Jumat (28/12).

Menurut Asep, motif pembunuhan ini berawal dari korban yang meminta pertanggungjawaban karena perutnya semakin membuncit. AR sudah hamil 5 bulan, sementara Muhammad Adriansyah tidak mau bertanggungjawab. Setelah menghabisi nyawa AR, dia pulang menumpangi motor bebek B 6836 TPE. Adriansyah juga mengancam Yusuf agar tak buka mulut.

Polisi yang melakukan penyelidikan mendapatkan titik terang dari keterangan sejumlah saksi. Sampai akhirnya diketahui kalau para pelaku merupakan warga Jakarta. Kita ketahui kalau korban ternyata asal Jakarta, katanya.

0 komentar:

Posting Komentar